Sabtu, 29 Mei 2010

Honda Scoopy Diluncurkan


PT Astra Honda Motor akhirnya secara resmi meluncurkan sepeda motor otomatik (skutik) terbarunya, Scoopy. Mengusung gaya retro modern, Scoopy didaulat untuk membidik pasar kalangan anak muda yang ingin tampil beda.
"Kami yakin model ini (skutik retro modern) ada pasarnya, dan cukup besar, terutama untuk kalangan anak muda yang ingin tampil beda," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM) Julius Aslan, pada peluncuran skutik "Scoopy" di Jakarta, Kamis.
Penampilan Scoopy serba bulat yang terlihat dari seluruh desain, mulai dari bodyline, lampu depan, lampu sein, hingga sepasang spion. Selain itu lampu tersebut juga dilengkapi dengan lampu senja multireflektor yang membuat pencahayaan terang dan berjangkauan luas.
Dua lampu sein yang dipasang terpisah dari badan sepeda motor serta pelindung knalpot yang menggunakan warna putih, mempertegas kesan retro modern pada skutik terbaru Honda itu. Sepeda motor tersebut mengusung mesin 110 cc atau chassisnya sama dengan skutik Honda lainnya yaitu beat.
Soal harga, Scoopy berada di tengah-tengah antara skutik Beat yang harganya sekitar Rp12,5 juta per unit dan Vario casting wheel yang harganya Rp14,85 juta per unit. Harga Scoopy untuk Jakarta mencapai Rp13,5 juta per unit. "Posisi harga Scoopy di tengah-tengah Beat dan Vario sudah kami pikirkan dengan matang," katanya.
Ia optimistis Scoopy mampu mendongkrak penjualan skutik Honda, yang saat ini penguasaan pasarnya mencapai 41 persen dari total pasar domestik yang mencapai sekitar 44 persen dari total pasar sepeda motor nasional, yang diperkirakan sampai akhir tahun menembus angka 6,8 juta unit.
Jika selama ini, varian skutik cenderung inden alias musti ngantri, AHM berjanji terus meningkatkan kapasitas produksi skutiknya dari 95 ribu unit per bulan menjadi sekitar 150 ribu unit per bulan saat ini.
"Jadi kalau permintaan Scoopy lebih besar dari target yang kami canangkan, maka kapasitas produksi (skutik) kami sudah siap mengantisipasi permintaan di atas 10 ribu," ujarnya.
Sementara itu, Presdir AHM Yusuke Hori mengakui Scoopy yang diluncurkan di Indonesia sengaja tidak menggunakan mesin injeksi seperti sepeda motor sejenis yang dipasarkan di Thailand. Hal itu, kata dia, terkait dengan ketentuan emisi gas buang di Thailand yang telah mengadopsi standar Euro 3, sedangkan di Indonesia masih Euro 2.
"Selain itu dalam pengamatan kami dengan menggunakan karburator masih memenuhi standar emisi gas buang di Indonesia serta kami ingin mengimbangi biaya produksi agar harga Scoopy menjadi lebih terjangkau," ujar pengganti presdir AHM sebelumnya Miki Yamamoto tersebut.

nSuut Amdani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar